Dalam rangka mempercepat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Dibidang Pertanian, Gubernur Sumsel berkoordinasi dengan Perbankan dan Stakeholder terkait.

Pertemuan koordinasi antara Gubernur SumSel dan Perbankan. dalam rangka percepatan Kredit usaha rakyat (KUR) dibidang pertanian di SumSel. Peserta dalam acara tersebut dihadiri oleh Asisten 1, Asisten 2 Pemprov SumSel, pihak perbankan ( Bank mandiri, BNI, SUMSEL, BRI) OJK, Jamkrida, Dinas PMD Prov Sumsel, Kadis Pertanian TPH Prov SumSel, Kades Telang Rejo dan tiga Orang petani dari Kabupaten banyuasin. Dalam rapat tersebut Gubernur menghimbau agar pihak Perbankan dapat mempermudah syarat administrasi untuk peminjam KUR bidang pertanian.


KUR Pertanian, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dari hulu hingga hilir. Yang jelas, akses petani harus lebih mudah dan terorganisir.



Bimbingan Teknis Pasca Panen dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Pasca Panen dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan kegiatan Pengembangan Unit Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan Di Kecamatan Pulau Rimau tgl 7 Juli 2020. Merupakan kegiatan yg ada Di Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan selaku pembina bertindak sebagai narasumber kegiatan menyampaikan sosialisasi berupa bimbingan teknis bagaimana tata cara dan prosedur terkait pengajuan bantuan alsintan pasca panen dan sosialisasi standardisasi mutu
dan pengolahan hasil untuk komoditi tanaman Pangan. Hadir bersama dengan BPTP Provinsi Sumatera Selatan untuk mensosilisasikan teknologi pasca panen dan pengoperasionalan alsintan dilapangan.


Peserta pertemuan berjumlah 30 org yg terdiri dari ketua kelompok tani, ketua gapoktan, penyuluh dan petani yg ada di Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin. Semoga melalui kegiatan ini walaupun masih ditengah pandemi corona dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dilapangan dapat menambah informasi dan meningkatkan pemahaman para petani dan petugas dilapangan bagaimana meningkatkan kualitas dan kuantitas khususnya untuk komoditi padi yang mereka akan hasilkan kedepan.


Continue reading “Bimbingan Teknis Pasca Panen dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan”

Geliat Banyuasin Panen Padi IP 200

Panen Padi IP200 di kec Air Salek, Muara Telang dan kecamatan pasang surut lainnya di kabupaten Banyuasin sdh mulai menggeliat dari mei hingga saat ini.
Meskipun provitas belum bisa menyamai IP100, namun memberi harapan untuk terus melakukan upaya peningkatan provitas.

Provitas IP 200 ini rata rata baru mencapai berkisar 3,8 ton/ha sedangkan provitas IP 100 bisa lebih dari 5 ton/ha.
Brigade alsintan combine harvester di banyuasin, bantuan dari pusat tahun 2019 terus beroperasi untuk menekan angka kehilangan hasil, meski kebutuhan pada saat panen yang bersamaan masih kurang.


Khusus di kecamatan air salek, luas tanam IP200 adalah 14.630 ha, varietas yg sudah dipanen adalah ciherang, inpari 32 dan IR-64. Luasan yang sudah dipanen adalah 1200 ha yg merupakan lahan optimasi lahan (serasi 2019). Menurut informasi dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, Bapak Zainudin, tingginya curah hujan menyebabkan serangan hama dan tikus yang terus merajalela. Pendampingan POPT pun juga terus berjalan.


Pada situasi covid19, petani Banyuasin terus melakukan kegiatan panen dan tanam kembali demi tetap tersedianya pangan untuk masyarakat dengan pendampingan Kostratani yang tidak terlepas dari protokol kesehatan pada saat bekerja.

Terus semangat petani pasang surut, Indonesia membutuhkanmu.


Meski Pandemi, Muara Enim tetap Panen Raya Padi

Ditengah pemberlakuan kebijakan Physical Distancing dan kebijakan Work From Home atau bekerja dirumah yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat petani dan insan pertanian baik dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah untuk terus mendukung peningkatan produksi pangan terutama tanaman padi.

Seperti yang sedang dilakukan oleh petani di Provinsi Sumatera Selatan Khususnya di Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim yang saat ini tengah melakukan kegiatan panen raya. Petugas penyuluh pertanian, Beben menyatakan bahwa hingga  (12/4) telah dipanen sekitar 20 ha.


“Kelompok Tani Tunas Jaya, Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim tengah melakukan kegiatan panen raya dengan luas yang telah dipanen sekitar 20 ha dari luas lahan keseluruhan 199,05 ha. Padi yang dipanen tersebut merupakan padi varietas Ciherang” tutur Beben.

Dijelaskan juga oleh Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera selatan , Tuti Murti bahwa peran perlindungan tanaman dalam mendukung peningkatan produksi merupakan hasil dari sinergitas antara petugas di lapangan baik POPT maupun PPL.

“dengan sinergisme yang baik ini, permasalahan dalam budidaya tanaman khususnya OPT dapat terkendali secara baik dan dapat meningkatkan produktivitas” imbuh Tuti.

“Rata-rata provitas yang didapatkan sebesar 8,8 ton/ha gabah kering panen dengan produksi sebesar 176 ton gabah kering panen. Harga gabah kering panen dipasaran sekitar Rp. 4.500,- s.d  Rp. 4.600,- / Kg sedangkan harga gabah kering giling sekitar Rp. 5.400,- s.d.  Rp.5.600 / Kg.  Tentunya ini merupakan salah satu berita yang menggembirakan ditengah situasi global yang sedang tidak kondusif akibat wabah Covid-19” tambah Tuti.


Ditegaskan pula oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muara Enim, Ulil Amri bahwa stafnya telah mensosialisasikan protokol kesehatan kepada petani saat melakukan panen yaitu dengan meminta petani tidak berkerumun dan mengatur jarak antar petani kurang lebih 1 – 2 meter saat panen dilakukan.

“Kami telah menginformasikan kepada petani, melalui petugas PPL di lapangan untuk tetap menjaga kesehatan dan tak lupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” pungkas Ulil.


Puncak Pandemi, Produktivitas Padi Lubuk Linggau Semakin Meningkat

Petani adalah pahlawan pangan yang tidak pernah pantang menyerah dalam meghadapi situasi apapun. Di minggu ke-IV hingga saat ini, Lubuk Linggau masih terus melangsungkan panen di beberapa tempat. Diawali oleh kelompok tani Unggul Indah Kelurahan  Lubuk  Tanjung Kota Lubuk Linggau telah panen seluas 10 ha dari luas hamparan 26 Ha. Varietas padi adalah Inpari 33.

Inpari 33 adalah hasil rakitan BB Padi Balitbangtan punya hasil rata-rata: -+ 6,6 ton /ha GKG, potensi hasil: 9,8 ton/ha GKG. Tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3. Tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri patotipe VIII agak tahan blas ras 033 tahan blas ras 073. cocok di tanam di ekosistem tanah dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

Varietas tersebut cocok ditanam di Kota Lubuk Linggau, terbukti dengan dengan tingginya produktivitas di hasil panen kelompok tani Unggul Indah yaitu 9,6 ton/ha GKP dan rendahnya serangan OPT di Kota Lubuk Linggau.

Meski pandemic semakin meluas, semangat petani terus membuncah sebagai pahlawan pangan di garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.


ubinan padi
Ubinan Padi sawah kelompok tani Unggul Kota Lubuk Linggau